NARASIBARU.COM - Militer Israel kembali mengebom Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza pada hari Sabtu (11/11/2023), kali ini menargetkan Unit Perawatan Intensif (ICU), demikian dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Minggu (12/11/2023).
Pengeboman itu melukai beberapa anggota staf yang bertugas dan menyebabkan beberapa pasien bayi berisiko meninggal karena kekurangan oksigen setelah listrik padam. Informasi itu awalnya dibagikan oleh organisasi non-pemerintah yang berbasis di Inggris, Medical Aid for Palestines.
Lembaga kemanusiaan itu memposting pernyataan yang dikeluarkan oleh Dr. Marwan Abu Sada, kepala Departemen Bedah di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, pada akun media sosialnya di X. Dr Sada juga melaporkan beberapa cedera pada anggota staf yang bertugas di ICU dan Rumah Sakit Al-Shifa.
Staf yang bergerak di antara gedung-gedung telah tertembak dan terluka parah. Mereka yang berusaha melarikan diri diserang dan kini tewas atau terluka di jalanan karena penyelamatan tidak mungkin dilakukan.
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?