Pada 2003-2007, ia pernah menjabat sebagai staff ahli di Mahkamah Konstitusi. Setelah itu, pada 2008 ia menjadi konsultan di Center of Electoral Reform. Tujuh tahun berselang, ia didapuk menjadi Komisaris Utama PT Jasa Marga.
3. Eva Kusuma Sundari
Mengutip eva-kusuma-sundari.blogspot.com, Eva Kusuma Sundari lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 8 Oktober 1965. Setelah menyelesaikan S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR), dirinya melanjutkan S-2 di Jurusan Politik dan Pembangunan Alternatif di Institut Studi Sosial, Hague, Belanda.
Eva memulai karir sebagai dosen di UNAIR. Pada 2004-2019, Eva terdaftar sebagai anggota DPR RI sebagai kader PDIP. Di pemilu 2024, ia memilih hengkang dari PDIP dan bergabung dengan Timnas AMIN.
"Eva Sundari dulu PDI-P, iya NasDem sekarang, dulu PDI-P dulu, sekarang NasDem. Ini bukan maksud apa-apa hanya pemberitahuan saja, gitu aja kok ribut," kata Cak Imin.
4. Ramzi
Ramzi Geys Thebe lahir di Jakarta 23 Mei 1976. Ia adalah seorang entertainer yang telah lama malang melintang di dunia hiburan Indonesia. Selain menjadi komedian, ia juga menjadi presenter dan kerap kali berperan di dalam film. Menjadi tim pemenangan calon presiden merupakan kali pertama ia berkecimpung di dunia politik.
5. Surya Tjandra
Nama Surya sempat melejit ketika pada 2019 menjadi calon legislatif yang difabel. Surya Menamatkan kuliah di fakultas hukum universitas Indonesia pada tahun 1995, Surya sudah setahun lebih dulu aktif di lembaga bantuan hukum Jakarta. Ia bersama teman-temannya fokus mengadvokasi kasus perburuhan.
Tidak hanya di lingkup perburuhan, Surya juga salah satu advokat yang mendorong disahkannya Undang Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Ia bersama beberapa advokat lainnya yang bergabung dalam Tim penggugat pemerintah, memenangkan gugatan mengenai pengesahan undang undang sistem jaminan sosial nasional di pengadilan negeri Jakarta Pusat pada tahun 2010. Surya sempat mendaftar sebagai anggota KPK pada 2015. Kini, Surya tergabung dalam Timnas AMIN yang mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?