Dalam pernyataannya, ARNA mengatakan bahwa saat ini orang-orang sangat membutuhkan air minum, obat-obatan, tempat bernaung, makanan dan barang pokok, dan mendesak masyarakat internasional dan LSM untuk datang membantu. "Rezim militer harus memberi lembaga bantuan dan pemberi bantuan individu akses tanpa hambatan ke setiap orang yang membutuhkan tanpa diskriminasi apa pun."
Koordinator Kemanusiaan PBB di Myanmar, Ramanathan Balakrishnanpada, menyebut seluruhnya ada populasi 5,4 juta orang berada di jalur Siklon Mocha tersebut dan 3,9 juta di antaranya sangat rentan. Setelah menghantam wilayah pantai, dia membenarkan, siklon bergerak ke dalam, menyebabkan banjir di wilayah di mana jutaan orang tengah mengungsi akibat konflik.
"Siklon melanda Negara Bagian Rakhine dengan 'kekuatan brutal' pada Minggu," kata Balakrishnanpada dalam pengarahan pers PBB melalui tautan video dari Myanmar, Selasa lalu.
Olga Sarrado dari Badan Pengungsi PBB juga menggambarkan situasi di Bangladesh dan kamp pengungsi Rohingya yang terdampak parah Siklon Mocha. Bedanya, pada hari itu Sarrado mengatakan belum ada korban jiwa dari antara 21 ribu etnis Rohingya dan lebih dari empat ribu rumah tangga yang terdampak di kamp.
Pilihan Editor: Peluang Kedatangannya Semakin Pasti, El Nino Kuat Bakal Bertaham sampai 2024
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari NARASIBARU.COM di kanal Telegram “NARASIBARU.COM Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
Sumber: tempo.co
Artikel Terkait
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo Soal Dewan Perdamaian AS-Israel: Analisis Risiko & Dana Rp16,7 T untuk Gaza
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara