"Insiden kekerasan terjadi di final antara Thailan U-22 dan Indonesia U-22 itu harus dipelajari pemain Thailand, terutama pengendalian emosi."
"Dalam pertandingan sepak bola nasional seperti ini semua pemain muda belum tentu berpengalaman."
"Tetapi ketika sesuatu terjadi, semua orang harus mengingatnya sebagai pelajaran, jangan sampai hal ini terjadi lagi."
"Pertarungan itu bukanlah sesuatu yang tidak pernah ada dalam sepak bola."
"Tapi itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi dan tidak bisa dimaafkan ketika bahkan oknum staf pelatih bergegas berkelahi dengan Indonesia."
"Mereka seharusnya menghentikan pemain muda itu, tapi malah melakukan kekerasan sendiri," kata Piyapong Pue-on, dilansir BolaSport.com dari thethao247.
Piyapong Pue-on pun meminta FAT memberikan hukuman tegas kepada para oknum staf pelatih yang terlibat dalam kericuhan tersebut.
Piyapong Pue-on mengingatkan, bila itu tak dilakukan, kejadian serupa dapat terulang.
"Yang salah adalah oknum staf pelatih, pokoknya harus ganti."
"Thailand butuh orang yang lebih dewasa untuk memimpin pemain muda."
"Kalau tidak, akan hancur seperti final SEA Games ini," tuturnya.
Timnas U-22 Indonesia berhasil mengamankan emas SEA Games 2023.
Skuad Garuda Muda menumbangkan Thailand dengan skor akhir 5-2. (*)
Sumber: jabar.tribunnews.com
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra