Komunitas pecinta hewan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mengecam hal itu dan menyayangkan truk yang melintasi Jalan Tol TransJawa bisa lolos dari pengawasan petugas tol dan pihak keamanan.
Terlebih menurut penelusuran mereka truk pengangkut anjing itu disebutkan memakai pelat nomor palsu. DMFI berharap pemerintah dan penegak hukum ikut memperhatikan isu ini.
"DMFI sangat menyayangkan bahwa kendaraan ini bisa lolos melalui jalur tol. Dari penelusuran DMFI dipastikan pelat yang digunakan palsu. Modus yang digunakan sindikat ini semakin menjadi, DMFI berharap kepada pemerintah dan penegak hukum agar memperhatikan isu ini juga," kata Aktivis DMFI, Adrian Hane.
Baca Juga: Minta Penampungan yang Layak, Pengungsi Rohingya di Aceh Gelar Aksi Mogok Makan
"Truk bernomor polisi AD ini dipastikan menuju wilayah Solo Raya dan dicurigai milik salah satu supplier utama di area tersebut. Fakta investigasi Dog Meat Free Indonesia ini hanya salah satu di antara sekian truk yang beraktivitas untuk mengangkut anjing tersebut. Hal inilah mengapa estimasi sebanyak 13.700 ekor anjing yang dijagal dalam satu bulannya. DMFI mengutuk keras kejadian ini," tutur Adrian.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sewaktu.com
Artikel Terkait
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo Soal Dewan Perdamaian AS-Israel: Analisis Risiko & Dana Rp16,7 T untuk Gaza
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara