Jokowi juga sudah menyebut Nasdem bukan dari koalisi pendukung pemerintah karena telah bergabung dengan Koalisi Perubahan.
Terbaru, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate sudah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang kemudian dikaitkan dengan pilihan politik Nasdem.
Dia pun meyakini renggangnya hubungan Nasdem dan Jokowi ini akan terus berlangsung dalam kontestasi pilpres mendatang.
"Perseteruan Nasdem dan Jokowi akan berlangsung dingin, mengingat Jokowi yang berkarakter demikian, ia mudah memusuhi tetapi sering tidak secara langsung. Pun Surya Paloh, ia punya banyak catatan kepiawaian politik, sangat mungkin Nasdem juga akan secara dingin hadapi tekanan dan manuver Jokowi saat ini," katanya.
Dedi menilai, strategi 'perang dingin' ini perlu diterapkan Nasdem alih-alih melakukan serangan balik secara frontal.
Hal ini sebagai langkah aman sebagai pihak yang ditekan dan dizalimi oleh pihak penguasa.
"Karena ia akan dianggap sebagai pihak yang ditekan sekaligus didzalimi, dibanding harus menyerang balik maka Jokowi bisa saja memenangi seteru politik itu," ujarnya. [IndonesiaToday/rep]
Sumber: news.republika.co.id
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi