Begitu juga perajin lainnya, Iroh, warga Kampung Gajeboh yang mengaku dirinya kembali memproduksi kain tenun khas tradisional masyarakat Baduy setelah permintaan pasar normal.
Baca Juga: Waduhhh !!! Pelatih Klub Sandy Walsh Berharap Indonesia Gagal di Piala Asia 2024
Produksi kain tenun tradisional itu paling mampu merampungkan satu kain dengan panjang 2 meter dan lebar 1,5 meter per pekan.
Sebab, dirinya tentu sudah tidak kuat untuk memproduksi dua kain per pekan, karena usia lanjut itu.
"Kami produksi satu kain per pekan bisa menghasilkan pendapatan Rp250 ribu," kata Iroh.
Baca Juga: Ratusan Calon Jemaah Haji Pandeglang Jalani Saudi Visa Bio
Sementara itu, Sutisna, petugas Penyuluh Perindustrian Muda pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak mengatakan produksi kain tenun tradisional masyarakat Baduy dilakukan oleh kaum perempuan dan mereka mengerjakan di balai - balai rumah sambil menunggu suaminya datang dari ladang.
Mereka kaum perempuan memproduksi kerajinan tenun tradisional untuk membantu pendapatan ekonomi keluarga.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pandeglangnews.co.id
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup