Namun, lanjut Grace Natalie nampaknya Prabowo tidak menduga bahwa akan diserang dengan banyak hal yang sifatnya tidak benar menurut data.
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Bongkar Adanya Dugaan Upaya Penggagalan Pemilu 2024: Isinya Adalah Fitnah
"Seperti framing negatif kepada dirinya. Misal dengan kepemilikan tanah, kita kan tahu dalam dunia komunikasi sebuah informasi itu begitu sudah keluar orang berpikir itu yang benar, walaupun sudah diralat kemudian, ralatan itu belum tentu orang baca, yang dibaca itu yang duluan dirilis," paparnya.
Ia juga menyoroti strategi finalis yang menggunakan disinformasi, fitnah, dan hoaks untuk membuyarkan informasi serta menjatuhkan citra Prabowo.
"Finalis memiliki strategi untuk membuyarkan informasi dengan melakukan disinformasi atau fitnah dan hoaks,"ujarnya.
Menurutnya, banyak pakar komunikasi menyatakan bahwa ajang tersebut menjadi wadah untuk menjatuhkan personal dan mendegradasi orang dengan fakta yang tidak benar.
Baca Juga: Khofifah Bergabung, TKN Yakin Elektabilitas Prabowo-Gibran Meningkat
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayojakarta.com
Artikel Terkait
Hary Tanoe dalam Berkas Epstein: Fakta Pembelian Rumah Trump dan Isu CIA Indonesia
Ressa Rizky Rosano: Fakta Anak Denada & Rumor Pernikahan di Usia 17 Tahun
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Serangan ke Jantung Israel: Analisis Risiko Eskalasi
Kebocoran Devisa Rp155 Triliun dari Ekspor Emas Ilegal Terungkap PPATK: Jaringan PETI Rambah Papua hingga Jawa