“Survei itu potret yang enggak pasti, tapi (bisa) menggambarkan situasi yang jelas di durasi waktu tertentu. Dan klaimnya bisa berubah suatu waktu,” kata Aditya saat dihubungi kumparan, Senin (22/5).
Aditya menyebut, hasil akhir yang berubah juga bisa terjadi karena ada gerakan-gerakan tertentu hingga mengubah persepsi publik. Masyarakat yang percaya ini bisa membuat pilihannya terhadap suatu calon berubah.
“Ternyata pemilih kita itu bisa bergoyang, goyah itu pilihannya, sehingga akan mudah dia untuk pindah arah pilihannya. Karena perilaku pemilih kita sendiri itu cenderung enggak secure, ya, dia akan bisa mudah untuk berpindah dari A ke B dengan kondisi-kondisi tertentu,” ujarnya.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup