“Survei itu potret yang enggak pasti, tapi (bisa) menggambarkan situasi yang jelas di durasi waktu tertentu. Dan klaimnya bisa berubah suatu waktu,” kata Aditya saat dihubungi kumparan, Senin (22/5).
Aditya menyebut, hasil akhir yang berubah juga bisa terjadi karena ada gerakan-gerakan tertentu hingga mengubah persepsi publik. Masyarakat yang percaya ini bisa membuat pilihannya terhadap suatu calon berubah.
“Ternyata pemilih kita itu bisa bergoyang, goyah itu pilihannya, sehingga akan mudah dia untuk pindah arah pilihannya. Karena perilaku pemilih kita sendiri itu cenderung enggak secure, ya, dia akan bisa mudah untuk berpindah dari A ke B dengan kondisi-kondisi tertentu,” ujarnya.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files: Fakta Lengkap
Jeffrey Epstein dan Putin: Fakta Upaya Dekat, Visa, hingga Tawaran Informasi Trump
Trauma PTSD Denada: Adik Ungkap Reaksi Syok Saat Ditanya Ayah Kandung Ressa
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Gimmick?