Dia mengatakan, setelah melakukan investigasi, penyelidik negara bagian Illinois menemukan bahwa 1.997 anak di seantero negara bagian telah dilecehkan oleh sejumlah pastor antara tahun 1950-2019.
Laporan panjang itu menggambarkan betapa lambannya para pemimpin gereja di Illinois menyadari skala kasus pelecehan tersebut.
Kejaksaan Agung Illinois juga menuduh mereka lamban mengonfrontasi pastor yang dituduh melakukan pelecehan seksual.
Gereja pun dituding tidak memperingatkan jemaat akan keberadaan kemungkinan pelaku di tengah-tengah mereka, terkadang bahkan hingga puluhan tahun setelah tuduhan-tuduhan itu mengemuka.
Dalam sebuah pernyataan bersama pada Jumat (19/5/2023) sebelum pengumuman Raoul, keuskupan-keuskupan Katolik di Illinois mengatakan, penyelidikan jaksa agung membuat mereka menggelar peninjauan kembali kebijakan dan membuat sejumlah perubahan yang tidak dijelaskan lebih jauh. (*)
Sumber: tribunnews
Artikel Terkait
Keracunan Massal di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak Soto Ayam MBG, Ini Data & Penyebabnya
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung Rp 7 Miliar: Fakta dan Pernyataan Resmi
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Respons Protes & Ancaman Balasan
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina: Analisis Klaim dan Dampak Perang