Tentu paradigma ini telah disepakati bersama, termasuk dalam regulasi yang ada pada Undang-Undang yang menjadi dasar Nusantara.
Dalam dialog Andi Ade pun mengatakan, sebagai anak muda harus mempunyai gagasan besar dan konsep lebih dari itu bukan hanya gagasan dan konsep namun yang lebih penting bagaimana anak muda bisa melakukan gerakan nyata dan berdampak hingga akhir membuat sejarah besar terhadap anak muda, sebab keberlangsungan kemerdekaan Indonesia itu di pengaruhi oleh kekuatan pemudanya untuk menciptakan sejarah emas.
Baca Juga: Banyak yang belum tahu! Begini Kisah Perjalanan Hidup Prabowo Subianto, Hidup Demi Bangsa
Sementara itu, Ketua Borneo Muda Memberikan pandangannya dalam dialog ini. Dia menyoroti pentingnya Kaltim dalam perubahan paradigma pembangunan Indonesia, dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.
Ketua Borneo Muda dalam analisisnya menekankan bahwa Kaltim memiliki potensi besar dalam perubahan ini dan memanfaatkan momentum strategisnya.
“Kita harus mampu membaca momentum yang sangat penting dan strategis ini, agar anak-anak muda Kaltim bisa menjadi pemain kunci di IKN, di masa-masa yang akan datang. baik dari aspek ekonomi, pemerintahan, sosial, dan budaya, hingga sampai pada kanca global dunia,” tutupnya.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nolmeter.com
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel - Fakta dan Isi Dokumen