"Dan aku melihat orang-orang dari semua warna yang berbeda, ras, bahasa yang berbeda, tetapi mereka semua memperlakukan satu sama lain seperti saudara. Dan ketika waktu sholat tiba, seorang Muslim memberitahuku untuk sholat," lanjutnya.
Namun ketika dirinya diajak untuk sholat, Mutah Beale merasa bingung pasalnya ia sebelumnya tidak pernah melakukan hal tersebut, hingga akhirnya ia hanya bisa mengikuti gerakan sholat.
"Dia (Yang Mengajak Sholat) bilang sholat lah bersama kami, apapun yang kamu lihat, kamu lakukan. Tapi ketika kamu meletakkan wajahmu di lantai, ingatlah bahwa kamu hanya menyembah penciptamu," tutur Mutah Beale.
Mutah Beale merasa terkejut karena banyak orang datang ke Masjid dari berbagai ras baik itu kulit putih ataupun kulit hitam hanya untuk bersujud kepada Allah. Hal itu yang membuat dirinya tertarik untuk menjadi seorang mualaf. Tepatnya pada tahun 2001, ia memutuskan menjadi seorang mualaf.
Sebelum menjadi mualaf, Mutah Beale sempat Islamphobia. Pasalnya kedua orangtuanya dibunuh di depan matanya ketika Mutah Beale masih 3 tahun.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Deddy Corbuzier Beri Bantuan Tempat Usaha untuk Penjual Es Gabus yang Difitnah: Kronologi & Kritiknya
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS