“Mungkin (perbedaan) pandangan, kan koalisinya partainya dulu diberesin, baru kita bicara mau calon ini, calon ini, ngobrol dulu,” tutur Budi.
“Kan enggak bisa semua partai punya kepentingan yang sama, cuma bagaimana kepentingan nasional kita harus jadi yang utama,” imbuh dia.
Diketahui, meski belum membentuk koalisi, namun PDI-P dan PPP tengah menjajaki kerja sama politik. Sebab, kedua parpol tersebut telah resmi mengumumkan Ganjar sebagai capresnya.
Baca juga: Survei Litbang Kompas: Faktor Jokowi Tertinggi di PDI-P, Nasdem Terendah
Sementara itu, wacana pembentukan koalisi besar nampak dijajaki oleh Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Golkar.
Sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap soal pengusungan capres-cawapresnya.
Ketua Umum PAN Yandri Susanto mengungkapkan debat panas terjadi dalam rapat penentuan capres - cawapres yang dilakukan di internal PAN, Selasa (23/5/2023) malam.
Namun, ia menyatakan PAN membuka peluang untuk mendukung capres antara Ganjar atau Prabowo, sementara cawapres yang bakal diusung masih berkutat pada dua nama, Zulfikli Hasan atau Erick Thohir.
Sumber: nasional.kompas.com
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup