Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh melakukan kunjungan ke Iran. Ismail Haniyeh datang ke Iran dari tempat persembunyiannya di Qatar. Kunjungan Haniyeh ini kedua kalinya ke Iran sejak perang yang pecah 7 Oktober 2023.
Pada pertemuan pertama ke Negeri Persia pasca perang 7 Oktober 2023, Ismail Haniyeh bertemu dengan emimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Berdasarkan kantor berita IRNA pertemuan itu pada 5 November 2023.
Keterlibatan Hamas dengan Syiah begitu akrabnya dengan kelompok gerilyawan Houti di Yaman. Houti berfaham Syiah. Kedua kelompok ini melakukan pertemuan pada 16 Maret 2024.
Jauh sebelum perang 7 Oktober 2023, Hamas memberikan penghargaan kepada pejabat Houthi. Pemberian penghargaan di kantor perwakilan Hamas di Yaman pada 6 Juni 2021. Hamas diwakili oleh Mo'az Abu Shamala. Sedangkan dari Houti Muhammad Ali Al Houthi yang menjabat anggota Dewan Politik Tertinggi Houthi.
Pada pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh dua anggota lain dari kantor Hamas di Yaman—kepala kantor Omar al-Subakhi dan direktur urusan politik Abdallah Hadi-Abu Shamala memberi al-Houthi sebuah "Perisai Kehormatan" atas nama Hamas, sebagai penghargaan atas dukungan Houthi terhadap perjuangan Palestina.
Abu Shamala juga menyampaikan salam dari kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh kepada Houthi dan pemimpin mereka, Abd al-Malik al-Houthi. "[Hamas] menyampaikan terima kasih kepada atas upaya, inisiatif, dan kegiatan yang diumumkan Houthi dalam mendukung gerakan dan perjuangan rakyat Palestina," kata Abu Shamala.
Dari sini jelas, Hamas sebagai organisasi mempunyai kepentingan politik syiah dan sengaja mengorbankan rakyat Palestina. (*)
Artikel Terkait
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel - Fakta dan Isi Dokumen
Misteri Ayah Kandung Ressa Rossano: Fakta, Spekulasi, dan Klarifikasi Terbaru
Prilly Latuconsina Kerja Baru Jadi Sales di Summarecon Mall Bekasi, Ini Alasannya
Kapolri vs Jokowi: Analisis Agenda Politik dan Perjuangan yang Berbeda