Padahal versi pemerintah sendiri lebaran baru akan jatuh 5 hari lagi atau pada tanggal 10 April 2024.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi secara terperinci dengan Direktur Urais Kementerian Agama RI.
Urais dengan Kemenag sudah berkomunikasi membahas perayaan Lebaran yang dilakukan oleh jemaah Masjid Aolia.
Sebenarnya sudah pernah terjadi juga pada bulan Ramadan tahun 2023 lalu, dimana jema'ah Aolia memulai ibadah puasa pada tanggal 7 Maret 2024.
Ternyata jemaah Masjid Aolia, Gunungkidul yang merupakan kelompok Raden Ibnu Hajar Pranolo (Mbah Benu) punya prinsip tersendiri dalam menentukan awal bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Mbah Benu dan para pengikut punya prinsip tersendiri untuk menentukan awal Ramadan dan lebaran.
Meskipun perbedaan waktu perayaan antara jemaah Masjid Aolia dengan pemerintah agak mencolok, yaitu selisih lima hari, namun pihaknya tidak dapat memaksakan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Biasanya perbedaan tersebut hanya sekitar satu atau dua hari dengan perayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Sumber: disway
Artikel Terkait
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan