Kementerian juga mengatakan telah mengirim pengawas keselamatan penerbangan ke lokasi untuk memeriksa apakah ada yang tidak beres dalam perawatan pesawat.
Sebanyak 200 orang berada di dalamnya, termasuk 194 penumpang, menurut Asiana Airlines.
Menurut Departemen Pemadam Kebakaran Daegu, 12 orang menderita luka ringan akibat hiperventilasi dan 9 di antaranya dikirim ke rumah sakit di Daegu.
Pesawat itu diidentifikasi di situs pelacakan Flightradar 24 sebagai Airbus 321.
Pesawat itu sedang dalam penerbangan dari pulau Jeju, di lepas pantai selatan Korea Selatan, ke Daegu.
South Korean authorities have detained a passenger after he opened a door of an Asiana Airlines plane shortly before the aircraft landed. Watch video here#Airplane #SouthKorea #DaeuguAirport pic.twitter.com/DjNMbPxJjy
Pakar Menyebut Tidak Mungkin Pintu Dapat Dibuka Selama Penerbangan
Sementara itu, pakar penerbangan Geoffrey Thomas dari Airline Ratings menyebut insiden itu "sangat aneh".
“Secara teknis, tidak mungkin membuka pintu di dalam penerbangan,” katanya kepada CNN.
Thomas menyebut bahwa kecepatan pendaratan A321 adalah sekitar 150 knot, yang berarti angin dengan kecepatan tersebut melewati dan menekan pesawat.
“Tampaknya tidak masuk akal bahwa pintu dapat dibuka dan dapat melawan aliran udara."
"Secara teknis tidak mungkin, tetapi entah bagaimana hal itu telah terjadi,” kata Thomas.
Sumber: tribunnews
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi