Keterangan penutupan kantor diunggah kepala UNRWA Philippe Lazzarini lewat unggahan X pada Kamis (9/5). Dia mengatakan kantor baru dibuka setelah keamanan pulih seutuhnya.
Lazzarini menyebut pembakaran pada Kamis ini adalah yang kedua dalam waktu kurang dari sepekan.
"Ini merupakan perkembangan yang keterlaluan. Sekali lagi, hidup staf PBB adalah dalam bahaya serius," kaya Lazzarini seperti dikutip dari Reuters.
"Ini adalah tanggung jawab Israel sebagai negara yang menduduki daerah itu memastikan personel dan fasilitas PBB dilindungi setiap saat," sambung dia.
UNRWA didirikan untuk mengurusi pengungsi Palestina yang kehilangan tempat tinggal karena perang pada 1948. Sepanjang itu pula, penduduk Palestina kerap menjadi target Israel.
Atas pembakaran berujung penutupan UNRWA, kepolisian Israel memastikan akan menginvestigasi kejadian itu.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup