Serangan tersebut baru berhenti ketika polisi setempat turun tangan dan memulihkan ketertiban. Namun, laporan menunjukkan bahwa Ayesha diduga mengalami keguguran setelah insiden tersebut, yang memicu kemarahan lebih lanjut dan tuntutan atas pertanggungjawaban.
Day by day Telangana turning into a saffron state with KCR a mute spectator, petty issue being given a communal colour & muslims being attacked in a moblynching style with police adding feul to such incidents with their partisan actions./1 @KTRBRS @spmedak @TelanganaCMO @PTI_News pic.twitter.com/ebZHwI1t4K
Meskipun polisi segera mendaftarkan Laporan Informasi Pertama (FIR) terhadap Imran dan sepuluh anggota massa Hindu tersebut, belum ada laporan resmi mengenai keguguran Ayesha. Otoritas menyatakan bahwa mereka telah menghubungi keluarga tersebut, yang tidak membahas isu tersebut dalam interaksi berikutnya.
Namun, seorang legislator lokal dari All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen (AIMIM) mengklaim bahwa Ayesha melahirkan prematur pada 14 Mei, dan bayi yang baru lahir tragis meninggal tiga hari kemudian.
Meskipun bukti yang disajikan dalam video tersebut, tindakan polisi terbatas. Imran ditahan selama satu hari sebelum dibebaskan dengan jaminan, sementara anggota massa yang teridentifikasi diberikan pemberitahuan untuk dipanggil polisi.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?