Yusuf juga menilai, meskipun realisasi belanja di level pemerintah pusat pada April 2023 tercatat lebih tinggi dari periode sama tahun lalu, jika dibandingkan dengan transfer ke daerah (TKD) pertumbuhannya relatif lebih rendah dari periode sama tahun lalu.
“Sehingga dengan komposisi di atas ada peluang realisasi defisit anggaran di sepanjang tahun 2023 akan relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan target APBN yang disepakati sebelumnya,” kata Yusuf.
Baca Juga: Surplus Neraca Pembayaran Indonesia Naik Pada Kuartal I-2023
Kinerja belanja dan penerimaan tersebut juga, kata Yusuf, akan memengaruhi upaya pemerintah dalam memutuskan untuk menarik utang.
Lebih lanjut, Yusuf memproyeksikan pembiayaan atau penarikan utang yang ditargetkan sebesar Rp 696 triliun di sepanjang tahun 2023, realisasinya akan di bawah target yang sudah ditentukan.
Menurutnya, penarikan utang yang dilakukan pemerintah akan di kisaran Kisaran Rp 500 triliun hingga Rp 550 triliun.
Sumber: nasional.kontan.co.id
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup