Kilicdaroglu, yang didukung koalisi enam partai, juga mendorong setiap orang yang cinta Turki untuk mencoblos. ‘’Jika kalian benar-benar menginginkannya, kita semua akan keluar dari era kelam ini,’’ katanya di akun Twitter-nya.
Ia menegaskan, semua pemilih terlepas dari pandangan atau gaya hidup mereka, untuk datang ke TPS memberikan suaranya. ‘’Ini jalan keluar terakhir. Siapa saja yang mencintai negaranya, mestinya pergi ke TPS,’’ katanya.
Pada putaran pertama pilpres, Erdogan meraih 49,5 persen sedangkan Kilicdaroglu 44.9 persen. Awal pekan lalu, Erdogan memperoleh tambahan amunisi melalui dukungan Sinan Ogan, capres yang pada putaran pertama mendapatkan 5,2 persen suara.
Tak ketinggalan, Kilicdaroglu yang memimpin partai oposisi terbesar, CHP, juga mengamankan dukungan Victory Party, yang selama ini dikenal dengan pandangan antiimigran.
Terkait partisipasi pemilih, menurut komisi pemilu Turki, YSK, pada putaran pertama tingkat partisipasi pemilih 87 persen. Ini termasuk pemilih yang berada di luar negeri. Para pengamat memprediksi pada putaran kedua, partisipasi hanya 84-85 persen.
Sumber: internasional.republika.co.id
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup
Berkas Epstein Dibuka: Memo FBI Sebut Trump Dikendalikan Israel - Fakta dan Isi Dokumen