Dengan adanya perjanjian dagang yang komprehensif dan kerja sama sertifikat halal diharapkan dapat meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya perdagangan dan investasi. Kedua menteri berdiskusi tentang satuan tugas untuk kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada sehingga implementasi kerja sama ekonomi dapat lebih pragmatis dan praktis.
Menteri Mary Ng juga menyampaikan ketertarikan Kanada untuk kerja sama dengan Indonesia di sektor critical minerals atau bahan mineral kritis. "Kami baru saja bertemu dengan Vale Indonesia, kami melihat potensi kerja sama dengan Indonesia perihal teknologi dan input pada mining value chain agar sesuai TSM (Towards Sustainable Mining)," kata Menteri Mary Ng.
Pada pertemuan tersebut dibahas kemungkinan Kanada untuk turut berpartisipasi dalam IPEF. Mary Ng menyampaikan ucapan selamat atas kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan Presidensi G20 2022 dan Keketuaan ASEAN 2023.
Turut hadir dalam pertemuan bilateral tersebut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani
Sumber: ekonomi.republika.co.id
Artikel Terkait
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid Saat Tegur Bolos: Kronologi & Fakta Polisi