Hadir pula perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Dengan demikian, legitimasi sidang kali ini sangat representatif karena ada pakar dan Duta Besar dan kita konfirmasi di daerah-daerah mereka tidak ada yang menyaksikan bulan di bagian timur, yang adanya di bagian barat," tutup Menag.
Keputusan isbat ini mengacu hasil pantauan atau rukyatul hilal yang digelar di 125 lokasi seluruh Indonesia.
Dengan demikian, keputusan Kemenag ini sama dengan penetapan Pengurus Pusat Muhammadiyah, yakni awal Ramadan digelar serempak mulai besok.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi