Isu reshuffle jilid dua yang kabarnya juga menyasar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diharapkan tidak membuat Presiden Prabowo Subianto asal menunjuk orang sebagai pengganti.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara menilai dari sejumlah isu yang berkembang memang terdapat beberapa nama yang menarik perhatian publik.
"Ada beberapa nama yang capable untuk gantikan ET jika memang santer akan di-reshufle," ujar Igor, merujuk nama Erick Thohir saat dihubungi RMOL, pada Sabtu, 15 Maret 2025.
Dari beberapa nama yang dia ketahui, terdapat satu nama yang menurutnya dapat mengundang kontroversial di publik, terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Salah satunnya memang ada nama Jeffrie Geovanie dedengkot PSI (Partai Solidaritas Indonesia) yang dikenal sebagai orangnya Jokowi," urainya.
Oleh karena itu, dia mendorong agar Presiden Prabowo dapat memilih orang yang tepat, tidak asal menunjuk orang menggantikan pos Kementerian BUMN.
"Namun begitu, Prabowo harus lebih bisa melihat kebutuhan pergantian sosok menteri dari banyak aspek," demikian Igor menambahkan.
Sumber: rmol
Foto: Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dengan Erick Thohir/Net
Artikel Terkait
Perluasan Sawit di Papua: 5 Manfaat Besar untuk Ekonomi, OAP, dan Energi Nasional
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan