Kini, lanjut dia, Formula E 2023 kembali digelar di Jakarta dan tentu saja sunyi sepi dari opini para buzzer.
“Mereka tak dapat order untuk menjual fitnah dengan mendapat bayaran demi mereka menghidupi keluarganya. Sebagaimana tahun lalu saat Anies masih menjadi Gubernur,” katanya.
Belum lagi, kata dia, para anggota DPRD baik dari PDIP maupun PSI tak lagi lantang bersuara.
“Mereka gagu kolektif secara tiba-tiba. Bahkan ketua DPRD dari Fraksi PDIP ikut dalam panitiaan di acara tahun ini. Namun mengaku mengundurkan diri,” katanya.
Sayangnya, dalam agenda Formula E, Anies, sebagai sosok yang berjasa tak diberikan undangan oleh penyelenggara.
“Ironisnya lagi berkat kekuasaan yang super norak, Anies Baswedan sebagai inisiator event tersebut yang juga mantan Gubernur DKI sama sekali tak diundang,” pungkasnya. [IndonesiaToday]
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?