NARASIBARU.COM - Rusia pasang badan untuk membela Iran dari ancaman Amerika Serikat (AS). Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom Iran setelah negara itu menolak untuk melakukan perundingan nuklir secara langsung.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova mengatakan, ancaman untuk mengebom fasilitas nuklir dan energi Iran tidak bisa diterima.
Pemerintah Rusia, kata dia, menyarankan solusi diplomatik untuk menangani kesalahpahaman antara Iran dengan Barat terkait program nuklir yang sudah terkatung-katung sejak 2018.
"Ancaman dari luar untuk melakukan, misalnya, pengeboman terhadap infrastruktur nuklir dan energi Iran, yang pasti akan menyebabkan konsekuensi radiologis skala besar dan tidak bisa diubah bagi seluruh kawasan Timur Tengah, dan dunia secara keseluruhan, sama sekali tidak bisa diterima," kata Zakharova, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (3/4/2025).
Rusia, lanjut dia, berkomitmen untuk mencarikan solusi melalui negosiasi untuk menghilangkan prasangka butuk Barat terhadap program nuklir Iran.
AS dan Israel mencurigai Iran sedang membuat bom atom dari program nuklir sipilnya, tuduhan yang berkali-kali dibantah oleh Teheran.
Iran keluar dari komitmennya terhadap kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) setelah Trump menarik AS keluar dari perjanjian itu pada 2018. Sejak itu pula AS menjatuhkan kembali sanksi yang memukul perekonomian Iran.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Minggu (30/3/2025), Trump mengancam akan mengebom Iran dengan skala yang belum pernah disaksikan sebelumnya jika gagal mencapai kesepakatan nukir dengan AS. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak negosiasi nuklir dengan AS tanpa perantara pihak ketiga.
Setelah itu, Wakil Kepala Urusan Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Yadollah Javani menegaskan agresi militer AS sama saja dengan legitimasi untuk menaikkan level industri nuklir, dari kepentingan sipil menjadi militer atau persenjataan.
Iran, kata dia, akan mengubah doktrin pertahanan dan program nuklir jika fasilitas nuklirnya diserang.
"Jika ancaman terhadap program nuklir benar-benar terjadi, Iran akan merevisi doktrin pertahanan dan esensi program nuklirnya. Esensi revisi ini sangat jelas," kata Javani.
Dia lalu menegaskan, negara asing tidak akan bisa mencapai tujuan agresi mereka di Iran, termasuk menghancurkan industri nuklir.
"Tindakan musuh tersebut hanya akan membawa industri nuklir Iran ke tingkat yang baru," katanya.
Sumber: inews
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup