Ke depan akan kita tingkatkan, sehingga bisa jadi ruang kerja sama antara Pemprov Bali dengan Pemerintah Inggris,” kata Gubernur Koster.
Koster mengatakan kerja sama Bali dan Inggris sudah banyak yang berjalan dan bidang energi bersih menjadi tawaran baru.
Energi bersih yang mereka bahas dalam pertemuan itu tidak hanya sebatas bus listrik, tetapi lebih jauh membahas LRT kereta listrik yang digadang-gadang pemerintah.
Selain membahas energi bersih baik kendaraan listrik maupun transportasi publik, tawaran ke depan yang akan ditindaklanjuti Pemprov Bali adalah di bidang pendidikan dan digitalisasi.
Di bidang Pendidikan, yaitu program dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi anak-anak dan pegawai yang bergerak di sektor pariwisata.
Dubes Inggris Owen Jenkins menegaskan bahwa negaranya memang berkomitmen untuk bekerja sama erat dalam sektor energi bersih terutama untuk kendaraan listrik.
“Inggris ingin membawa keahlian menawarkan dalam sektor energi bersih dan terbarukan.
Rencana ini sangat sesuai dengan visi misi Pemprov Bali yang ingin menerapkan energi bersih di semua sektor, kami berharap bisa ditindaklanjuti,” papar Dubes Owen Jenkins. (lia/JPNN)
Sumber: bali.jpnn.com
Artikel Terkait
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Kronologi Lengkap & Tanggapan Resmi
Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump: Pelanggaran Prinsip Bebas Aktif?