"Saya cek ternyata betul di kedalaman 25 meter itu air sangat gede banget, dan saya ingin menolong rekan-rekan di dalam sangat tidak memungkinkan, akhirnya saya naik ke atas sekian menit air itu masuk ke sumuran pertama," terangnya.
Setelah itu, Usman masih tidak menyangka bahwa rekan seprofesinya telah tiada termasuk keponakannya yang terkubur di dalam lubang tambang emas.
Dirinya pun menegaskan bahwa segala resiko sebagai penambang emas sudah tergambar dibenaknya.
Namun, segala resiko itu sirna dan dikalahkan dengan tekad untuk mencari nafkah dengan keluarga.
"Kalau resiko mah udah tahu, kalau musibah kan enggak ada yang tahu mau dimana juga."
"Harapannya kan (korban) pulang semua, berhasil semua," ujarnya.
Peristiwa nahas yang dialaminya para rekannya itu masih terekam jelas di dalam memorinya.
Pasca kejadian ini, Usman pun bersedia beralih profesi lain jika ada penawaran.
"Selain nambang saya mau kerja nyangkul juga siap saya kalau ada mah, demi mencukupi istilahnya buat makan dan jajan anak. Petani juga siap, karena saya dilahirkan dari anak seorang petani," ucapnya.
Sumber: tribunnews
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas