"Karena ada insiden itu kemudian saya langsung mengabari ke beberapa wartawan TV yang tergabung dalam IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) agar mereka segera ke lokasi untuk sama-sama meliput Firli," kata Umar.
Wartawai Puja TV juga mendapatkan intimidasi
Jurnalis Puja TV, Nurmala, juga mengaku mengalami hal serupa. Nurmala menyatakan pengawal Firli Bahuri sempat meminta agar agar foto pertemuan itu dihapus.
Nurmala menyatakan sempat mengambil foto dan video ketika Umar beradu argumen dengan pengawal Firli. Si pengawal, menurut Nurmala, kemudian mendatanginya dan memaksa melihat gambar dalam galeri handphone jurnalis itu, bahkan hingga ke kotak spam.
"Sudah aku hapus, dan tersimpan dalam spam. Lalu, itu juga disuruh hapus, padahal handphone itu privasi saya," kata Nurmala.
Direktur Puja TV Jamaluddin, menyayangkan terhadap peristiwa tersebut, seharusnya semua pihak harus menghormati profesi dan tugas jurnalistik.
"Saya harap pihak dari organisasi kewartawanan bisa mengadvokasi masalah ini di lapangan," demikian Jamaluddin.
Tempo masih mencoba mengkonfirmasi soal peristiwa ini kepada KPK. Hingga berita ini ditulis Tempo belum mendapatkan konfirmasi.
Firli Bahuri berada di Aceh dalam rangka roadshow KPK sejak Selasa, 7 November 2023. Padahal, dia sebenarnya mendapatkan panggilan dari Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Menteri Pertanian (kini sudah mengundurkan diri), Syahrul Yasin Limpo.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas
Meteor Jatuh di Danau Maninjau: Fakta dan Penjelasan Polisi Terbaru