Alasannya, ujar Deni, korban sejak setahun terakhir ini alami depresi.
Deni menyebutkan peristiwa itu kali pertama diketahui ibu korban. “Awalnya ibu korban curiga melihat lampu masih menyala,” ungkap Deni.
Kemudian, memanggil nama anaknya dengan tujuan agar membuka pintu.
Namun teriakan si ibu tidak mendapat respon. Si ibu kemudian mencoba mengintip dari celah-celah.
Si ibu heran melihat telapak kaki yang menggantung. Karena penasaran, akhirnya si ibu mendobrak pintu.
“Saat itu ibunya terkejut melihat telapak kaki AZ menggantung di udara, posisinya tidak menyentuh lantai sekitar 10 cm,” ujar Deni Miharja.
Ia mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung kesehatan mental anggota keluarga.[]
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: independenmedia.id
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas