Kini, pemungutan suara berada dalam ketidakpastian, setelah AS menyuarakan “keprihatinan” terhadap rancangan resolusi yang diajukan. Semenatara itu, aksi demonstrasi solidaritas di ibu kota barat (London, Paris, Washington) mendapat kecaman dari pejabat Inggris dan mantan Menteri Dalam Negeri Suella Braverman, karena dianggap mengandung isu kebencian.
Lalu apa yang menyebabkan, AS merasa berat untuk mnyetujui adanya resolusi genjatan senjata ini?
Mengutip dari Kompasiana, AS masih merasa keberatan terhadap isu penghentian permusuhan. Hal ini terjadi karena di masa lalu, AS menentang pernyataan mengenai penghentian permusuhan, sehingga sampai sekarang masih menjadi masalah tersendiri bagi AS.Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Bullying: Apakah Kamu Pernah Melakukan Salah Satunya?
Resolusi penghentian permusuhan juga menyerukan agar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membentuk sebuah sistem pemantauan pengiriman bantuan ke Gaza. Hal ini juga menjadi masalah bagi AS, karena akan mengabaikan proses pemeriksaan bantuan ke Israel.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarbuana.com
Artikel Terkait
Polisi di Asahan Tabrak 4 Motor dan Kabur: Kronologi Lengkap & Penyelesaian Damai
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Relawan Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya
Ayah Prada Lucky Ditangkap TNI: Kronologi KDRT, Penyebab, dan Penjelasan Resmi Kodam
Istri di Konawe Diceraikan Suami PPPK yang Hamili Rekan Kerja: Kronologi & Dampak Hukum