IDP, sapaan Bupati Luwu Utara dua periode ini, dinilai memiliki kepemimpinan digital, sehingga memudahkan koordinasi antar-perangkat daerah, termasuk memudahkan kolaborasi dalam upaya mendorong pengembangan smart city di Luwu utara.
Hasil ini pun mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Luwu Utara, Bupati Indah Putri Indriani, sekaligus sebagai motivasi agar program smart city di Luwu Utara dapat lebih berkembang sejalan dengan tuntutan dan perkembangan dinamika di tengah-tengah masyarakat.
“Saya kira masih banyak yang perlu dibenahi sesuai dengan catatan dan rekomendasi tim evaluasi. Namun, capaian ini patut kita syukuri dan tentunya menjadi motivasi agar ke depan program smart city di Luwu Utara bisa lebih maju dan terus berkembang sejalan dengan tuntutan dan perkembangan dinamika masyarakat,” jelas IDP saat ditemui di ruang kerjanya.
Sementara itu, Kadis Kominfo-SP Luwu Utara, Nursalim Ramli, mengakui bahwa salah satu kelemahan implementasi smart city di Luwu Utara adalah integrasi dokumen setiap dimensi dan program.
“Terkait hal itu, saya mendapat arahan langsung dari Ibu Bupati agar segera mengundang pimpinan perangkat daerah untuk menindaklanjuti beberapa catatan dan rekomendasi tim evalusi, khususnya terkait sinkronisasi dokumen yang dibutuhkan. Bupati juga meminta kepada saya selaku Kadis Kominfo agar semua rekomendasi tim evaluator dituntaskan. (rilis/LHr)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: klikanggaran.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas