"Jadi yang perlu diperhatikan juga adalah mutunya. Terkadang kemasannya sudah baik, namun kualitasnya kurang diperhatikan. Sehingga itulah yang membuat konsumen enggan untuk berbelanja," katanya.
Baca Juga: Bupati Purworejo Hadiri Ukirsari Bersholawat bersama Habib Mustofa Baraqbah
"Selanjutnya produktivitas harus berkelanjutan. Jangan nanti sudah ada pembelinya, namun produktivitasnya tidak continue," imbuh Dessy.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ilyas Sitorus menyarankan, agar pelatihan yang diberikan kepada pelaku UKM lebih bervariasi dan berkelanjutan. Tidak lagi hanya pelatihan pemula atau monoton dan sama setiap tahun.
"Biarlah pelatihan untuk UKM pemula dilakukan oleh Dekranasda Kabupaten/Kota. Paling tidak, kita melakukan pelatihan tingkat lanjutan. Pelatihan yang dibutuhkan saat ini, antara lain, bagaimana mengelola media sosial untuk pemasaran, karena sekarang semua berkaitan dengan digital," ujarnya.
Baca Juga: Bupati Sleman Kunjungi Lokasi Musibah Angin Ribut di Kapanewon Minggir
Selanjutnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut Naslindo Sirait menyebutkan, pihaknya berupaya mendorong produk UKM Sumut agar mampu berdaya saing, baik dari sisi harga dan kualitas.
Juga memberikan pelatihan manajemen usaha, branding, pemasaran, dan promosi, hingga pendaftaran merk.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: klikindonesia.co.id
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas