Swing voters ini didominasi oleh pemuda yang masuk ke dalam generasi milenial dan generasi z. Generasi inilah yang tidak mudah terkena kampanye politik yang murahan yang menjual gimmick semata.
Dengan penuh pertimbangan, swing voters akan mencari kandidat terbaik untuk dipilihnya nanti ketika kontestasi politik telah tiba.
Tentu ini menjadi PR bagi tiap paslon dan timnya untuk bisa memunculkan gagasan terbaik dibanding paslon lainnya agar dapat menggaet suara swing voters.
Keberadaan swing voters juga menjadi hal baik, karena ia mengedepankan rasionalitasnya. Tidak serta merta setuju bahkan menjadi fanatik terhadap salah satu paslon yang berujung pada merendahkan paslon lain.
Kita sebagai masyarakat pun tidak boleh fanatik kepada paslon pilihan kita. Ingat bahwa ketika mereka terpilih, maka kitalah yang akan menagih janji-janji manis mereka. Jangan karena kita fanatik, kemudian membuat kita abai dengan segala keburukan yang terjadi.
Jangan pula mudah teriming-imingi dengan janji manis yang tidak rasional, ataupun konten media sosial yang terlalu mengelu-elukan salah satu paslon
Bijaklah dalam memilih, karena pilihan kita menentukan bagaimana kondisi negara dan pemerintahan kita selama 5 tahun mendatang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarbuana.com
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas
Meteor Jatuh di Danau Maninjau: Fakta dan Penjelasan Polisi Terbaru