Dalam catatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), banjir sudah pernah mampir di Provinsi Jambi tahun 1931,1955,1967,1991,2003,2006,2007,2010,2013,2014 bahkan 2015.
Banjir terbesar di Provinsi Jambi terjadi pada Januari dan Faebruari pada tahun 1955, dicatat ini adalah banjir terbesar di Provinsi Jambi hingga seluruh surat kabar berbahasa Belanda di Sumatra maupun di Jawa, serta menjadi Headline.
Dikutip dari surat kabar Overijels Dagblad, menuliskan kondisi banjir di Jambi pada 11 Februari 1955, dimana 80 persen dari rumah yang ada terkena dampak dari banjir.
Tidak hanya itu banyak petani yang jua mengalami kerugian dimana tercatat 42 ribu hektar sawah yang hampir masak hancur dan 6 persen sawah rusak parah, serta 35 ribu jiwa menjadi korban banjir pada saat itu.
Banjir yang sebesar itu tentu membuat pemerintah harus turun tangan salah satunya perdana mentri Ali Sastroamidhjojo sampai turun ke Jambi untuk meninjau langsung kondisi banjir pada saat itu.
Baca Juga: Resep Ayam Pedas Daun Jeruk
Tidak hanya ditahun 1955 banjir besar kembali terjadi akhir tahun 2023 dan masih berlanjut hingga awal tahun 2024 sampai saat ini.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nongkrong.co
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas
Meteor Jatuh di Danau Maninjau: Fakta dan Penjelasan Polisi Terbaru