Selain itu, adanya aktivitas gelombang atmosfer yang melintasi wilayah Provinsi Jawa Timur, yakni Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby.
"Hal tersebut didukung terbentuknya pola pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Timur yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan hingga sepekan ke depan, diprakirakan cukup intensif," ujar Agus.
BMKG Banyuwangi memprakirakan potensi bencana Hidrometeorologi diprediksi bakal terjadi selama sepekan ke depan, hingga 23 Januari 2024 mendatang.
Oleh sebab itu, BMKG Banyuwangi mengimbau agar masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi tersebut.
Baca Juga: 2024 Tidak ada Dapil Neraka, Tapi Fenomena Caleg Pindah Partai di Dapil 2 Banyuwangi
"Kami berharap masyarakat dapat mengantisipasi dampak akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," kata Agus. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: adatah.com
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas