KEDIRI, JP Radar Kediri—Kondisi Buk Duwur di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto yang ambles dan tetap dilewati kendaraan roda empat, membuat warga waswas. Khawatir jembatan ambruk karena debit air mulai meninggi, warga lantas memasang kawat agar mobil dan truk tidak bisa melintas.
Pantauan koran ini kemarin, kedua sisi jembatan ditutup hampir setengahnya. Meski begitu, masih banyak kendaraan roda dua yang berlalu-lalang di sana. Selain diberi water barrier untuk menghalau kendaraan yang melintas, warga juga memasang balok kayu yang dikaitkan dengan kawat.
Tujuannya, agar tidak ada kendaraan roda empat yang nekat melintas di sana. “(Sebelumnya) tetap banyak mobil yang lewat karena sudah mulai musim hujan, airnya kadang naik, saya pasang kawat,” ujar Antok, warga setempat.
Menurut Antok, sungai di sana memang sudah langganan meluap. Ketinggian air kerap kali meningkat drastis saat turun hujan deras. “Bisa sampai rata sama pinggirannya. Pokoknya setiap di gunung sana (Gunung Wilis) hujan deras, di sini pasti airnya meluber,” lanjutnya.
Meski sudah memasuki musim hujan, Antok menyebut jembatan yang dijuluki Buk Duwur itu belum pernah ditutup total. Hanya saja, warga masih akan melihat perkembangan ke depan. Jika dinilai membahayakan, tidak menutup kemungkinan jembatan yang ambles 2023 lalu itu akan ditutup total. Terutama jika hujan deras dan aliran air rata dengan jalan atau bahkan meluap.
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas