Rocky pun menyimpulkan bahwa PDIP tidak memiliki kemampuan untuk memitigasi hal tersebut sehingga Ganjar seperti tidak membuat progres signifikan.
"Jadi intinya adalah kemampuan PDIP untuk memitigasi enggak ada, jadi kita simpulkan aja lah mitigasinya gagal, kita lihat Ganjar zig-zag mondar-mandir," tuturnya.
Dosen filsafat itu meyakini bahwa Ganjar tidak dapat menegaskan dirinya mampu independen dalam menentukan keputusan sebagai capres.
"Tanpa upaya untuk secara independen dia mengatakan saya calon presiden loh, saya menentukan sendiri itu, enggak bisa lagi kan," jelas Rocky.
Alhasil, kata Rocky, Ganjar seperti tidak dapat berkembang di bawah asuhan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri selepas ditinggal Jokowi.
"Jadi Ganjar habis ditinggalkan oleh Jokowi dan tidak tidak tumbuh dengan sempurna justru di bawah asuhan Megawati," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti