Strategi PDIP Sebagai Penyeimbang: Analisis Posisi Politik dan Peluang Koalisi Menuju Pemilu 2029

- Kamis, 15 Januari 2026 | 10:25 WIB
Strategi PDIP Sebagai Penyeimbang: Analisis Posisi Politik dan Peluang Koalisi Menuju Pemilu 2029

Strategi ini dinilai relevan dalam konteks konsolidasi awal pemerintahan Prabowo yang masih dinamis. Dengan menjaga relasi, PDIP memiliki peluang untuk masuk ke kabinet melalui reshuffle atau kerja sama politik di tengah jalan.

Lebih jauh, PDIP dianggap sedang membaca ulang peta kekuatan elite nasional, termasuk dinamika relasi antara Joko Widodo (Jokowi) dan SBY. Kedua tokoh ini diperkirakan memainkan peran penting dalam menentukan konfigurasi calon wakil presiden 2029.

Membaca Peluang Politik 2029 dan Jejak Historis

"PDIP tentu tidak bisa mengabaikan fakta bahwa relasi SBY dan Jokowi ke depan akan sangat dinamis. Posisi cawapres akan menjadi titik temu kepentingan banyak elite," kata Arifki.

Sejarah hubungan politik antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto juga menjadi faktor penting. Duet politik mereka di masa lalu menunjukkan bahwa kerja sama strategis bukan hal asing bagi PDIP.

"Secara historis, Megawati dan Prabowo pernah berduet. Artinya, secara psikologis dan politis, opsi itu bukan sesuatu yang tabu. Peluang tersebut tampaknya tidak ingin ditutup PDIP, terutama untuk memberi ruang bagi kadernya pada 2029," pungkas Arifki.


Halaman:

Komentar