Reshuffle Kabinet Prabowo: Bahlil & Raja Juli Dinilai Layak Dicopot, Ini Analisisnya

- Minggu, 25 Januari 2026 | 23:25 WIB
Reshuffle Kabinet Prabowo: Bahlil & Raja Juli Dinilai Layak Dicopot, Ini Analisisnya

Jamil menegaskan, jika acuannya tiga hal tersebut, maka Presiden harus berani merombak menteri yang juga menjabat sebagai ketua umum partai, seperti Bahlil dan Zulhas.

Kritik terhadap Raja Juli Antoni

Raja Juli dinilai layak direshuffle karena beberapa alasan. Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini menyoroti persoalan perizinan Hak Guna Usaha (HGU) dan lemahnya pengawasan manajemen kehutanan yang diduga berkontribusi pada bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Komitmennya dalam menjaga hutan Indonesia dipertanyakan. Kompetensinya di bidang kehutanan juga diragukan," tutur Jamil.

Kritik terhadap Bahlil Lahadalia

Sementara itu, Bahlil Lahadalia dikritik karena dinilai terseret isu pertambangan ilegal dan diduga membuka peluang bagi perusahaan swasta dalam aktivitas tambang. Selain itu, kompetensinya di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral juga dipertanyakan.

"Bahlil juga kerap memunculkan pernyataan kontroversial yang justru menjadi beban bagi presiden," sebut Jamil.

Dia menyimpulkan bahwa reshuffle yang berbasis pada penilaian kinerja, integritas, dan kompetensi akan mampu meningkatkan efektivitas kerja Kabinet Prabowo Subianto.


Halaman:

Komentar