Efriza menjelaskan alasan mendasar di balik isu pergantian Pratikno. Sosok Pratikno telah lama diidentikkan publik sebagai orang kepercayaan dan kesayangan Jokowi. Bahkan, Jokowi sendiri pernah menyatakan hanya menitipkan satu nama, yaitu Pratikno, kepada Prabowo saat transisi kepemimpinan.
"Karenanya, langkah ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih kabinet. Ini adalah pesan politik bahwa Prabowo akan lebih mandiri dalam memimpin dan tidak ingin terus direcoki oleh pengaruh lama," tutur Efriza.
Pergeseran Kepercayaan ke Kader Internal
Lebih lanjut, Efriza menduga langkah reshuffle ini juga menandai pergeseran kepercayaan Prabowo. Dia melihat Presiden ke-8 Indonesia itu mulai lebih mengandalkan orang-orang dekat dan kader dari partai pendukungnya, terutama Gerindra.
"Ini bisa dibaca sebagai bukti ketegasan dan kemandirian Prabowo sebagai seorang Presiden. Dia menunjukkan kendali penuh atas kabinet dan arah pemerintahannya," pungkas magister politik Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Kesimpulan: Isu reshuffle kabinet yang menyasar nama Pratikno mengindikasikan dinamika politik internal yang signifikan. Analisis menilai ini sebagai strategi Prabowo Subianto untuk memperkuat citra kepemimpinan yang mandiri, melepaskan diri dari narasi Geng Solo, dan membentuk pemerintahan yang sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Retno Marsudi & Menko PMK Muhadjir Effendy Diganti?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu Sugiono
Pembangunan Infrastruktur Jokowi: Masif Tapi Belum Merata, Ini Kata Dosen FISIP UI
Reshuffle Kabinet Prabowo: Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu, Sugiono Pindah ke Menko?