Mahfud MD mengaitkan fenomena ini dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang belakangan aktif mengundang sejumlah tokoh kritis ke Istana. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk kesadaran bahwa data yang masuk melalui jalur formal tidak selalu mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
"Kita gembira bahwa akhirnya Pak Prabowo melakukan itu," ujar Mahfud. Ia menilai langkah Presiden untuk mendengarkan langsung dari pihak di luar lingkaran kekuasaan adalah perkembangan positif dalam praktik pemerintahan dan kabar baik bagi publik.
Pentingnya Dialog Langsung dan Transparansi Informasi
Mahfud menekankan bahwa yang terpenting adalah kemauan pemimpin untuk membuka ruang dialog yang jujur dan tanpa filter. "Presiden mau mendengar dari masyarakat yang orisinal," ucapnya.
Perubahan pola komunikasi ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah selaras dengan kenyataan dan kebutuhan riil di masyarakat. Dengan mendengarkan langsung kritik dan masukan, Presiden diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif.
Pernyataan Mahfud MD ini menyoroti tiga poin utama: ketidakutuhan informasi, kesenjangan antara laporan dan fakta, serta upaya Presiden membuka ruang dialog. Kombinasi ketiganya menjadi sinyal kuat bahwa sedang terjadi transformasi dalam budaya komunikasi pemerintahan menuju transparansi yang lebih baik.
Artikel Terkait
Roy Suryo Ungkap Temuan Baru Ijazah Jokowi: Kertas dan Gelar Profesor Jadi Sorotan
Analisis Lengkap: Makna Tersembunyi Dukungan Jokowi ke Prabowo-Gibran 2 Periode
Partai Demokrat Netral Strategis: Fokus Dukung Program Prabowo-Gibran, Tolak Politik Warisan
KKN Jokowi di UGM Dipertanyakan: Koordinator Klaim Tidak Kenal Namanya?