Isu Kapolri Membangkang Presiden Dinilai Opini Jahat, GPA: Polri Sedang Diserang
Isu tentang pembangkangan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto ramai beredar di media sosial dalam sepekan terakhir. Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, menyatakan bahwa narasi tersebut adalah opini jahat yang menyesatkan.
Kritik terhadap Pernyataan Gatot Nurmantyo
Aminullah Siagian secara tegas mengkritik pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Ia menilai pernyataan Gatot yang menyebut Kapolri menolak berada di bawah kementerian khusus sebagai narasi keliru dan tidak berdasar. Menurutnya, tudingan tersebut berpotensi memecah belah soliditas institusi negara.
"Pernyataan Gatot Nurmantyo itu bukan hanya menyesatkan, tapi berbahaya. Ia seolah membangun opini bahwa Kapolri melawan Presiden, padahal kebijakan Presiden Prabowo sendiri secara tegas menyatakan Polri tetap berada langsung di bawah Presiden, sesuai amanat konstitusi dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri," ujar Aminullah di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Upaya Sistematis untuk Melemahkan Polri
Aminullah juga menyoroti sejumlah tokoh lain seperti Prof. Mahfud MD dan Prof. Jimly Asshiddiqie yang kerap menggulirkan wacana penempatan Polri di bawah kementerian khusus. Ia menilai wacana ini bukanlah kritik akademik yang netral, melainkan bagian dari gerakan terstruktur dan sistematis untuk melemahkan Polri sebagai institusi strategis negara.
"Ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat akademik. Ada pola yang berulang, narasi yang sama, dan momentum politik yang dimanfaatkan. Kami melihat ada upaya sistematis untuk mendegradasi Polri, sekaligus membangun ketidakpercayaan publik terhadap Kapolri," tegasnya.
Artikel Terkait
Strategi Politik Bahlil Lahadalia: Alasan Golkar Belum Dukung Capres 2029
Wacana Prabowo Dua Periode: Gerindra Cek Ombak Politik Jelang Pilpres 2029?
Perebutan Cawapres Prabowo 2029: Nama-Nama Potensial, Strategi, dan Analisis
Tragedi Siswa SD di Ngada: Ujian Berat Janji Pendidikan Gratis di Indonesia