Susno juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyatakan tetap aktif mengikuti berbagai pergolakan isu dan opini publik yang berkembang di media sosial.
"Kita pertemuan itu jangan dikira saya presiden ini sibuk tidak mengikuti medsos, katanya (Prabowo). Jadi itu yang mengatakan kedaulatan diambil oleh oligarki itu beliau," tutur Susno.
Ruang Diskusi yang Luas: Dari Isu Nasional hingga Internasional
Pertemuan di Kertanegara IV tersebut disebut membahas spektrum topik yang sangat luas. Tidak hanya soal ekonomi dan oligarki, tetapi juga isu strategis lainnya.
"Kalau saya simpulkan masalah ideologi ada, politik, ekonomi, sosial budaya, termasuk pertambangan, pertahanan keamanan ada, termasuk masalah nasional dan internasional," kata Susno.
Konfirmasi dari Mensesneg dan Daftar Tokoh yang Hadir
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya telah mengonfirmasi pertemuan ini. Selain Susno Duadji, hadir pula Peneliti Utama Politik BRIN Prof. Siti Zuhro, dan sejumlah tokoh lainnya.
Prasetyo menyebut diskusi mencakup masalah kepemiluan hingga penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo terbuka menerima masukan dari berbagai pihak untuk kepentingan bangsa.
"Bapak presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program... yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat," tegas Prasetyo.
Pertemuan ini diklaim murni bersifat pertukaran pikiran dan tidak dihadiri oleh tokoh-tokoh politik aktif atau ketua umum partai politik.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto 2 Periode di Pilpres 2029: Analisis Alasan Gerindra Tak Perlu Gibran
Kritik Jokowi: Dinilai Terlalu Dini Wacanakan Dua Periode Prabowo-Gibran
Analisis Dukungan Partai untuk Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Potensial?
Strategi Pencitraan Politik Jokowi: Analisis Peran Kunci Megawati Soekarnoputri