Fenomena Tembok Ratapan Solo: Dampak dan Ancaman bagi PSI Menurut Pengamat
Fenomena rumah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo yang diubah namanya menjadi 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps diprediksi akan memberikan dampak signifikan bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengamat menilai hal ini merupakan bentuk kritik publik yang dapat merembes ke citra partai.
Kritik Publik dan Citra Negatif Jokowi
Efriza, Pengamat dari Citra Institute, menyatakan bahwa fenomena ini diramaikan netizen sebagai ekspresi kekecewaan dan kritik terhadap Jokowi. Setelah tidak lagi menjabat, rumah Jokowi kerap menjadi lokasi kunjungan berbagai pihak, yang kemudian memicu respons satire di dunia digital.
"Ekspresi satire publik ini dilakukan untuk memberikan kesan dan efek citra negatif terhadap Jokowi dan keluarganya," ujar Efriza, seperti dikutip pada Minggu, 22 Februari 2026.
Artikel Terkait
Analisis Kritis: Mengapa Pernyataan Jokowi Soal Revisi UU KPK 2019 Dinilai Problematic?
Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029? 3 Alasan Analisis Pengamat
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Bongkar 4 Fitnah: LGBT, Sewa LC, Korupsi, hingga Politik
Sjafrie Sjamsoeddin Tegas Tolak Cawapres 2029: Enggak Minat dan Enggak Niat