Keterlibatan Jokowi yang menyatakan akan aktif menggalang dukungan untuk PSI menuju Pemilu 2029 justru dinilai dapat membawa dampak buruk. Efriza memperingatkan bahwa produksi wacana negatif tentang Jokowi yang terus berlanjut berpotensi merusak citra PSI.
"Jika diproduksi dengan banyak, tentunya akan memberi dampak buruk terhadap PSI. Popularitas PSI ikut terpengaruh negatif atas ekspresi publik terhadap Jokowi, bahkan dapat mengganggu upaya peningkatan elektabilitas PSI," jelasnya.
Keterkaitan Erat PSI dan Jokowi sebagai Faktor Kunci
Asosiasi kuat antara PSI dengan Jokowi dan keluarganya, terutama melalui Ketua Umum Kaesang Pangarep, dinilai membuat partai tersebut sangat rentan terhadap gelombang kritik yang ditujukan kepada mantan presiden tersebut.
"PSI telah mengkultuskan Jokowi. Hubungan erat antara PSI dengan Jokowi dan keluarganya akan menghadirkan keterhubungan dampak dari ekspresi kecewa dan jengahnya publik kepada Jokowi, yang otomatis akan merembes pula kepada PSI," pungkas Efriza.
Analisis ini menyoroti bagaimana dinamika politik dan persepsi publik di era digital dapat memberikan pengaruh langsung terhadap masa depan elektoral sebuah partai politik.
Artikel Terkait
Analisis Kritis: Mengapa Pernyataan Jokowi Soal Revisi UU KPK 2019 Dinilai Problematic?
Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029? 3 Alasan Analisis Pengamat
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Bongkar 4 Fitnah: LGBT, Sewa LC, Korupsi, hingga Politik
Sjafrie Sjamsoeddin Tegas Tolak Cawapres 2029: Enggak Minat dan Enggak Niat