Pasalnya, sambung Dedi, undangan Jokowi ke Istana itu hanya ditujukan kepada pucuk pimpinan tertinggi di Partai Nasdem, Surya Paloh. Dengan kata lain, undangan bersifat khusus tanpa ada ketua umum partai pendukung pemerintah lainnya.
Lobi ini diperkuat oleh reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Senin kemarin (17/7), di mana pos kementerian yang jadi jatah Nasdem diisi oleh relawan Jokowi.
“Nah Jokowi sedang bangun kekuatannya sendiri, dan sangat mengkhawatirkan jika negara ini dipimpin dengan satu kelompok, dan menihilkan kelompok lain. Situasi perpecahan terlihat dalam kebijakan Jokowi ini,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti