“Politik itu adalah rekam jejak,” ujar Denny.
Padahal, di sisi lain, Denny menuturkan PSI pernah menyatakan mendukung Jokowi untuk menjabat tiga periode. Selain itu, dari segi umur, kalau masih mendukung Jokowi tentu sudah jelas tidak lagi muda. Denny juga menyinggung dukungan PSI kepada Kaesang di Depok, Bobby Nasution di Sumatra Utara, dan Gibran di Solo. Bahkan, kata Denny, PSI bisa ditebak menduku Gibran untuk capres.
“Jika MK mengubah syarat umur, nyata-nyata bertentangan dengan statemen politik Sekjen PSI soal menolak dinasti, di tahun 2015,” kata Denny.
Denny mengatakan sikap PSI ini sudah tersimpan dalam jejak digital. Menurut dia, jejak digital ini bisa digunakan untuk menyoal konsistensi PSI. Ia menuduh jargon PSI yang mengatakan "Tegak Lurus Pada Jokowi" sebagai jargon "manut" atau ikut apapun sikap politik Jokowi.
Ketua Umum Partai solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha Djumaryo, belum merespons permintaan Tempo untuk menanggapi cuit Denny Indrayana. Begitu pun pesan Tempo kepada juru bicara Dewan Pimpinan Pusat PSI, Francine Widjojo, belum berbalas.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah