"Bagi publik internasional dianggap ini melanggar prinsip pertama demokrasi yaitu kesetaraan itu tidak boleh dimanfaatkan untuk satu orang, jadi enggak setara justru permainan hari ini kan," jelasnya.
Padahal, rakyat tengah menantikan sosok bakal cawapres yang akan mendampingi tiga capres, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.
Kebingungan ini, tutur Rocky, dimanfaatkan oleh Jokowi yang dipastikan memberi perintah kepada sejumlah pihak. Namun Jokowi enggan memberikan arahan itu sebelum Gibran dapat mendampingi salah satu bakal capres tersebut.
"Publik bingung siapa yang mau jadi wakil presiden, semua menunggu fatwa Pak Jokowi langsung," tutur Rocky.
"Lama-lama orang tahu, oh kalau begitu memang Pak Jokowi enggak mau kasih fatwa sebelum Gibran fiks bisa mencalonkan diri sebagai wakil presiden," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad & Susno Duadji: Ini Klarifikasi Resmi Istana
Said Didu Bongkar Pertemuan 4 Jam dengan Prabowo: Sepakat Hancurkan Oligarki & Geng SOP
Strategi Politik Jokowi 2029-2034: Dukungan ke PSI Kaesang & Gibran
Kritik Dokter Tifa: Jokowi di Rakernas PSI Dinilai Playing Victim, Ini Analisis Lengkapnya