“Soal food estate seperti yang disebut Hasto itu memang kejahatan lingkungan, karena apa? Karena menurut saya pemerintah itu tidak sungguh-sungguh mempersiapkan perencanaan food estate itu,” kata Syahganda.
Syahganda mengungkapkan sekitar 600 hektare dan ribuan pepohonan ditebang habis atas nama ketahanan pangan. Terlebih, kondisi tanah di Kaltim lebih cocok untuk ladang, bukan untuk padi atau yang komoditas pangan lainnya.
“Ini dianggap gagal karena 600 hektar lahan di sana ditebang-tebangin. Nah di luar Jawa itu, orang hanya orang bisa berladang karena beda curah hujannya, lahannya beda,” kata aktivis senior ini.
Sebelumnya, proyek lumbung pangan atau food estate yang dikerjakan pemerintah mulai disenggol PDI Perjuangan. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bahkan menyebut proyek ini sebagai bagian dari kejahatan lingkungan.
Menurut Hasto, PDIP memberikan catatan yang serius atas upaya Presiden Jokowi membangun food estate. Katanya, politik seharusnya merawat kehidupan dan menjaga bumi pertiwi. Sementara program food estate justru membabat hutan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah