"Karena pak Prabowo idenya bukan perubahan tapi continuity, mensustain paradigma pembangunan pak Jokowi, kalau di Anies, Anies tetap perubahan tetapi Cak Imin juga udah katakan bahwa oke dia akan teruskan bahkan semua proyek Jokowi," bebernya.
Sehingga pilihan Demokrat entah kembali ke Anies atau pergi ke Prabowo tidak ada dasarnya secara etis, bahkan pilihan lain kepada bakal capres PDIP Ganjar Pranowo pun tetap bermasalah.
"Jadi bagi Demokrat memilih diantara dua ini antara balik kepada Anies atau bergabung dengan Prabowo secara etis tidak ada dasarnya lagi sebetulnya," ujarnya dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (18/9).
"Pilihan etis berikutnya juga bermasalah karena jelas-jelas yang tersedia adalah PDIP yang sebetulnya secara kimia justru lebih dekat-dekat dengan Jokowi," tandas Rocky.
Sumber: populis
Artikel Terkait
Analisis Motif Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Demi Gibran 2034 & Karier Kaesang?
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Kronologi Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah